Mungkinkah Bank Digital Menggantikan Bank Konvensional?

Perkembangan teknologi telah membawa dampak yang begitu luas terhadap sektor kehidupan masyarakat. Masyarakat semakin dimudahkan dalam melakukan segala sesuatu. Aktivitas perbankan termasuk salah satunya. Kini, cukup bermodalkan ponsel atau tablet, hampir seluruh aktivitas perbankan dapat dilakukan dengan mudah. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan besar. Apakah disrupsi keuangan ini pada akhirnya akan menempatkan perbankan konvensional menyerah dan digantikan bank digital?

bank digital

Bank Digital, Sebuah Disrupsi Keuangan dan Teknologi

Kecenderungan masyarakat yang memilih melakukan transaksi melalui aplikasi perbankan dapat dipandang sebagai sebuah disrupsi keuangan dan teknologi. Hal ini karena pola perilaku nasabah seperti ini menghadirkan ‘gangguan’ terhadap pola aktivitas transaksi keuangan yang secara tradisional telah berlangsung untuk waktu yang lama.

Masyarakat tidak lagi beranggapan bahwa seluruh aktivitas transaksi harus dilakukan dengan mengunjungi kantor cabang bank secara fisik. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadikan masyarakat lebih memilih aplikasi perbankan. Terlebih di tengah kondisi pandemi saat ini, masyarakat didorong untuk tetap berada di rumah dan menjaga jarak. Hal ini menambah dorongan bagi masyarakat untuk beralih ke bank digital dan perlahan-lahan meninggalkan bank konvensional.

Masa Depan Bank Digital

Dalam kondisi seperti ini, satu pertanyaan mendasar muncul. Akankah di masa depan kita hanya memiliki bank digital? Akankah seluruh lembaga perbankan akan meninggalkan pola konvensional mereka dan beralih ke dunia digital?

Jika mengacu pada ditinggalkannya konsep perbankan konvensional secara menyeluruh, nampaknya hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Meski secara menyeluruh terdapat pergeseran besar-besaran dari aktivitas transaksi nasabah ke bank digital, namun hal ini tidak mengabaikan fakta bahwa masih ada masyarakat yang lebih aman melakukan transaksi secara konvensional.

Untuk menanggapi hal ini, langkah yang dilakukan kebanyakan lembaga perbankan adalah menggunakan sistem hibrida. Di satu sisi, mereka tetap mempertahankan kantor fisik terutama di kantor pusat dan beberapa titik lokasi tertentu. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi para nasabah yang masih ingin melakukan transaksi secara konvensional. Namun di sisi lain, adanya pergeseran transaksi besar-besaran ke digital mengakibatkan semakin tingginya biaya operasional kantor cabang, tanpa menghasilkan keuntungan dalam jumlah sepadan. Hal inilah yang kemudian mendorong bank untuk melakukan penutupan banyak kantor cabang.

Transformasi yang Harus Dilalui

Perubahan pola masyarakat ini adalah sebuah transformasi yang harus dilalui seluruh lembaga perbankan. Perubahan ini justru merupakan bukti bahwa masyarakat tengah mengalami perubahan positif ke arah literasi keuangan yang lebih maju. Dengan naiknya transaksi perbankan melalui bank digital, seluruh aktivitas transaksi akan menjadi lebih cepat dan dengan demikian efektif. Hal ini pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik sehingga menciptakan kemakmuran yang lebih cepat, besar, dan merata.

Kripto vs Saham: Mana yang Lebih Baik untuk Anda?

Mata uang kripto tengah menjadi tren belakangan ini. Ada begitu banyak kalangan masyarakat yang terjun bertransaksi di aset digital yang satu ini. Alasannya tak lain dan tak bukan adalah iming-iming keuntungan dalam jumlah besar yang dapat diperoleh. Memang, tidak dapat dipungkiri mata uang kripto tengah mengalami kenaikan nilai tukar yang begitu signifikan saat ini. Beberapa di antaranya bahkan mencapai total kenaikan hingga ribuan persen dalam kurun waktu 1 tahun. Tak pelak berbagai kalangan pun kemudian membandingkannya dengan investasi saham. Namun, jika dibandingkan antara kripto vs saham, mana yang sebenarnya lebih baik?

Kripto vs Saham: Apa Itu Kripto dan Saham?

Sebelum kita masuk lebih lanjut ke perbandingan kripto dengan saham, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami identitas keduanya. Kripto adalah sebuah mata uang dalam bentuk digital yang menggunakan teknologi rantai blok atau blockchain. Mata uang ini sebenarnya diperoleh sebagai hasil atau solusi dari sebuah masalah matematika yang dihasilkan oleh komputer. 

Sementara itu, saham adalah sebuah bukti yang menyatakan kepemilikan seseorang atau suatu entitas terhadap sebuah emiten. Emiten sendiri adalah pihak yang mengeluarkan saham. Dengan memiliki saham, investor mengambil bagian dalam kehidupan sebuah perusahaan dan bahkan, jika memiliki saham dalam jumlah cukup signifikan, dapat menentukan arah masa depan dari emiten terkait.

Perbandingan Kripto vs Saham?

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kripto vs saham memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Berikut beberapa di antaranya. 

  1. Mata uang kripto dihasilkan dari penyelesaian persamaan matematika, sementara saham dikeluarkan oleh perusahaan emiten
  2. Transaksi mata uang kripto dilakukan tanpa peran pihak regulator, sementara transaksi saham melibatkan lembaga pengawas keuangan atau di Indonesia dikenal dengan OJK
  3. Mata uang kripto bersifat sangat likuid dengan volatilitas sangat tinggi, sementara saham memiliki volatilitas rendah
  4. Mata uang kripto memberikan keuntungan dari selisih nilai jual dan beli, sementara saham memberikan keuntungan dari selisih nilai jual dan beli, kenaikan harga saham, hingga pembagian deviden. 
  5. Mata uang kripto dapat mengalami halving atau pemotongan nilai tukar hingga 50% dari nilai saat ini untuk menjaga nilainya. Sementara saham tidak akan mengalami halving. Otoritas bursa biasanya akan melakukan auto reject saham jika mengalami perubahan secara signifikan

Ada Keunikan Masing-masing

Baik saham maupun mata uang kripto memiliki keunggulan masing-masing. Jika mengacu pada pertanyaan aset yang lebih baik, hal ini akan kembali pada pertimbangan masing-masing. Namun setidaknya ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. 

Jika mengacu pada keuntungan terbesar dalam jangka pendek dan menengah, mata uang kripto bisa jadi memberikan keuntungan yang jauh lebih besar daripada saham. Keuntungan yang diberikan mata uang kripto bahkan bisa mencapai puluhan, ratusan, hingga ribuan kali lipat dari nominal awal. Hal ini jugalah yang sekaligus mendorong banyak orang untuk melakukan transaksi mata uang kripto.

Namun jika berbicara kripto vs saham terkait kepastian dan perlindungan, saham memiliki proteksi atas investor yang jauh lebih baik. Hal ini karena investor saham telah dilindungi dengan adanya proteksi dari OJK, Lembaga Kustodian Efek Indonesia, dan lain sebagainya. Bahkan apabila perusahaan emiten ditutup, pihak investor dijamin akan memperoleh kembali dana mereka. Hal ini akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan kripto. 

Di sisi lain, mata uang kripto juga memiliki volatilitas sangat tinggi. Hal ini menjadikannya sangat berisiko untuk diperjualbelikan. Meski memberikan imbal balik yang cukup tinggi, namun pada kenyataannya harga jualnya bisa langsung turun secara drastis. Hal ini tidak akan terjadi jika dibandingkan dengan saham. 

Pentingnya Analisis Fundamental dalam Saham

Trading atau jual beli saham adalah salah satu bentuk investasi yang cukup populer belakangan ini. Metode investasi ini memungkinkan investor, yakni pihak yang menanamkan dana, untuk memperoleh sejumlah hak atas perusahaan atau emiten yang sahamnya dibeli oleh sang investor tersebut. Investor pun dapat memilih untuk melakukan trading dalma kerangka jangka panjang, pendek, maupun menengah. Namun, tentunya dalam melakukan aktivitas jual beli tersebut, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan secara matang. Salah satunya adalah pentingnya analisis fundamental dalam saham.

pentingnya analisis fundamental

Pentingnya Analisis Fundamental: Dasar dalam Jual Beli Saham

Analisis fundamental adalah salah satu dari 2 analisis penting yang d9iperlukan dalam sebuah transaksi saham. Analisis sendiri dapat diartikan dengan penilaian kondisi dari sebuah perusahaan. Analisis terdiri dari 2 jenis: fundamental dan teknikal.

Secara sederhana, analisis fundamental adalah sebuah analisis yang dilakukan investor terhadap sebuah emiten terkait dengan kondisi kesehatan perusahaan terkait termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melakukan analisis ini adalah dengan mempelajari laporan keuangan emiten, kondisi ekonomi di negara terkait, kebijakan pemerintah, kebijakan perusahaan misalnya dalam melakukan ekspansi, pengaruh nilai tukar mata uang, hingga kondisi global maupun aspek-aspek lainnya.

Meninjau hal-hal seperti ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadpa kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasinya. Tidak hanya itu, sering kali ketika terjadi perubahan pada salah satu aspek, hal ini akan memicu terjadinya perubahan pada aspek lain. Sebagai contoh, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait UU Cipta Kerja berdampak terhadap ketidakpuasan dari kalangan buruh.

Hal ini kemudian berdampak pada kecemasan investor akan iklim investasi di Indonesia. Hal ini kemudian berdampak terhadap rendahnya minat investor untuk menanamkan saham di negeri ini sehingga berdampak terhadap pelemahan nilai mata uang. Ketika terjadi pelemahan nilai mata uang, perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan bahan impor akan mengalami kesulitan akibat biaya produksi yang semakin besar sehingga kemungkinan akan terjadi penurunan performa perusahaan. Penurunan performa inilah yang kemudian akan direfleksikan dari nilai atau harga saham perusahaan terkait.

Penting Namun Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Seperti yang bisa dilihat, analisis fundamental memiliki peran yang sangat penting dalam menilai kondisi kesehatan sebuah emiten. Hal ini dilakukan karena pada dasarnya investor akan menginginkan emiten miliknya selalu berada dalam kondisi sehat sehingga akan terus menghasilkan keuntungan. Namun, ada aspek lain dalam jual beli saham yang perlu diperhatikan. Pada dasarnya, jual beli adalah aktivitas yang melibatkan prediksi nilai saham di masa mendatang. Analisis fundamental bisa membantu dalam hal ini, namun untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, diperlukan dukungan analisis lainnya yakni teknikal.

Secara khusus, analisis teknikal dapat dipahami sebagai analisis terhadap data-data emiten di pasar saham. Analisis ini dilakukan terhadap dinamika pergerakan harga saham yang ditampilkan melalui grafik. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan investor seperti analisis Martingale, batas dukungan dan resistensi, dan lain sebagainya. Mengingat analisis ini dilakukan berdasarkan data yang obyektif, apabila investor berhasil mengombinasikannya dengan analisis fundamental, maka akan diperoleh prediksi harga saham yang lebih akurat daripada jika hanya bergantung pada salah satunya.

Cara Memilih Pinjaman Daring yang Aman

Belakangan ini, pinjaman daring sedang populer. Banyak masyarakat yang memilih cara ini karena dianggap lebih mudah dan praktis jika dibandingkan dengan pinjaman dari lembaga perbankan. Syarat yang mudah, hanya KTP dan beberapa dokumen pendukung lain, serta waktu yang singkat menjadikan pinjaman jenis ini dengan cepat menjadi salah satu favorit masyarakat belakangan ini. Namun di tengah praktisnya, cepatnya, dan mudahnya mengajukan pinjaman seperti ini, pada kenyataannya tidak semua pinjaman daring dapat dikategorikan aman. Untuk itu, penting bagi Anda untuk menemukan cara memilih pinjaman daring yang aman. Berikut beberapa tipsnya.

cara memilih pinjaman daring

Cara Memilih Pinjaman Daring: Sudah Dilisensi oleh OJK

Memilih pinjaman daring yang sudah dilisensi oleh OJK adalah langkah paling krusial yang harus Anda lakukan. Di Indonesia, OJK adalah sebuah lembaga negara yang berfungsi melakukan pengawasan dan penindakan terhadap lembaga keuangan. Lembaga ini hadir untuk memberikan kepastian dan perlindungan, bukan hanya bagi lembaga keuangan seperti perbankan, tetapi juga masyarakat. Singkat kata, apabila suatu lembaga keuangan telah dilisensi atau disetujui oleh OJK dan mendapatkan pengawasan rutin, lembaga tersebut dinilai negara telah mampu memenuhi standar layanan keuangan yang akuntabel dan terpercaya.

Inilah yang seharusnya menjadi alasan bagi Anda untuk memilih hanya tempat-tempat seperti ini. Memilih pinjaman daring yang belum diawasi OJK memang bukan selamanya berarti tempat itu tidak aman. Tapi risiko yang harus Anda tanggung terlalu besar. Belum lagi tempat-tempat seperti ini biasanya juga kerap melakukan praktik-praktik yang merugika konsumen.

Memiliki Tingkat Bunga Pinjaman yang Setara Bank

Tips berikutnya yang tidak boleh Anda abaikan adalah memilih tingkat bunga pinjaman yang setara bank. Hal ini sangat penting mengingat sebagian besar pinjaman daring menawarkan bunga berkali-kali lipat dari pinjaman bank. Hal ini dilakukan dengan dalih sebagai konsekuensi perlindungan dana pemberi pinjaman akibat proses pengajuan yang mudah dan cepat. Meski menguntungkan bagi konsumen, tapi langkah ini sebenarnya sangat merugikan pihak layanan keuangan. Oleh karenanya hal ini dicoba dimitigasi dengan memberikan tingkat bunga pinjaman yang tinggi.

Tapi tetap kali ini kita akan berbicara dari sudut pandang konsumen. Bagi Anda tentunya langkah paling aman adalah memilih pinjaman daring dengan tingkat suku bunga yang rendah. Semakin rendah dan setara dengan bank, semakin menguntungkan bagi Anda nantinya.

Cara Memilih Pinjaman Daring: Memiliki Ulasan Pelanggan yang Positif

Cara memilih pinjaman daring yang aman berikutnya adalah memiliki ulasan pelanggan yang positif. Anda pasti tahu betapa beberapa waktu belakangan ini pinjaman darin gkerap dikritik karena dianggap memberikan tekanan tidak masuk akal bagi nasabah mereka. Tak jarang yang bahkan harus berhutang berkali-kali lipat hanya untuk memenuhi tuntutan tagihan dari pihak pinjaman daring. Tak sedikit pula pinjaman daring yang melakukan penagihan dengan cara yang tidak manusiawi.

Oleh karena itu, penting untuk memilih pinjaman daring yang manusiawi dalam menjalankan usaha mereka. Hal ini bisa Anda lacak dengan mudah dengan mempelajari ulasan yang ditinggalkan para nasabah mereka.

Skill Yang Dibutuhkan Untuk Trading Saham

Trading saham saat ini menjadi salah satu hal yang semakin banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Dengan berbagai kemudahan teknologi saat ini, kini masyarakat Indonesia bisa memiliki investasi atau trading lebih mudah.

Dengan bermodalkan modal yang terjangkau, kini berbagai sekuritas memberikan penawaran guna menggaet investor baru untuk menjadi anggota dari sekuritas tersebut.

Setelah bergabung dengan sekuritas, maka orang tersebut kini bisa mulai trading saham. Dan ini hanya awal, karena trading saham sesungguhnya akan dijalankan saat sudah memiliki akun untuk mulai digunakan.

Bagi pemula, sangat dianjurkan untuk mempelajari berbagai istilah dasar hingga pengetahuan dasar yang berkaitan dengan trading saham. Dengan memahami hal-hal dasar tersebut, kini Anda sudah siap untuk mempelajari skill lebih lanjut untuk mulai mendapatkan keuntungan dari trading saham.

Nah, skill apa saja yang minimal harus Anda miliki untuk bisa menjadi seorang trader sukses dan mendapatkan profit bahkan dalam hitungan harian saja?

#1. Bisa mencari keuntungan dari selisih harga

Trading saham dalam bentuk sederhana merupakan aktifitas untuk jual atau beli saham. Sama seperti jual beli lainnya, saham juga demikian.

Anggaplah saat ini Anda ingin berjualan produk dan membeli produk dari distributor sehingga mendapatkan harga yang lebih murah. Dari harga beli tersebut, Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan menjual produk tadi dengan harga jual yang lebih tinggi. Ini disebut sebagai selisih harga.

Anda harus bisa mencari celah untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga di pasar saham. Perlu banyak hal untuk bisa mengetahui kapan membeli atau menjual untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga tersebut.

#2. Memperkirakan trend yang akan naik

Hal penting lain yang harus dikuasai jika ingin trading saham dan profit adalah kemapuan untuk memperkirakan trend saham yang akan naik.

Anda harus membaca banyak referensi sehingga bisa mempelajari trend apa yang nantinya kemungkinan besar akan naik. Dengan mengetahui trend ini, Anda bisa mencari keuntungan karena selangkah didepan dari trader lainnya.

#3. Kemampuan mengelola keuangan

Sebagai seorang trader handal, kemampuan untuk mengelola keuangan merupakan salah satu hal yang wajib dikuasai. Anda tidak bisa menjadi seorang trader handal apabila tidak memiliki kemampuan pengelolaan uang yang baik.

Dengan kemampuan pengelolaan uang yang baik, Anda bisa mengelola resiko kerugian dan pembagian profit yang bisa didapatkan.

Dari 3 hal tadi, Anda bisa menjadi trader handal. Tetapi harus diingat bahwa, 3 hal ini merupakan hal umum dan perlu pembahasan lebih dalam dari masing-masing poin sehingga bisa membuat Anda menjadi seorang trader handal. Salam profti!

Desakan Investor Buat Kekayaan Mark Zuckerberg Turun

Permasalahan tentang privacy serta keamanan data pengguna Facebook memang membuat perusahaan besutan Mark Zuckerberg tersebut mendapat banyak sorotan dunia. Bukan hanya di Indonesia, kasus tentang bocornya berbagai data pengguna Facebook membuat perusahaan tekno ini mendapatkan berbagai dampak negatif.

Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah dengan adanya suara dari investor untuk mendesak Zuck untuk mundur sebagai pemegang 2 jabatan di perusahaan tersebut.

Saat ini, Mark Zuckerberg memeang 2 jabatan penting untuk Facebook. Ia merupakan chairman dan juga CEO perusahaan tersebut. Dengan beban 2 jabatan tinggi sekaligus, Zuck dianggap tidak bisa berkonsentrasi penuh sehingga tidak bisa menghadapi dan mengantisipasi permasalahan seperti yang terjadi baru-baru ini.

Permasalahan yang timbul akhir-akhir ini pun akhirnya membawa dampak buruk bagi perusahaan dan bos Facebook ini sendiri. Karena akumulasi permasalahan yang ada, nilai kekayaan Mark Zuckerberg harus turun drastis. Semula ia menempati tempat ke-4 sebagai orang terkaya dunia versi Forbes, tetapi karena permasalahan yang menimpa Facebook, Mark Zuckerberg harus rela turun ke peringkat 8 saat ini.

Rangkap jabatan membuat permasalahan di Facebook?

Perusahaan teknologi di Silicon Valley memang sangat lumrah jika ada seorang CEO yang juga menjabat sebagai chairman.

Meskipun hal tersebut lumrah, dengan tantangan besar yang dihadapi oleh Facebook tentu membutuhkan sosok yang bisa fokus untuk banyak hal. Zuck mungkin memiliki kemampuan hebat hingga membuat Facebook sebesar sekarang, tetapi saat ini Facebook telah tumbuh dan menjadi sosial media terbesar dengan jumlah pengguna yang amat besar.

Pengguna Facebook yang semakin hari semakin besar hingga berbagai isu yang ada didalamnya tentu membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Untuk bisa melakukan hal ini, Mark Zuckerberg disarankan untuk menyerahkan satu posisinya untuk dipegang oleh orang yang bisa membantu Facebook menghadapi berbagai permasalahan.

Mark Zuckerbeg sendiri memang dikenal sebagai orang yang memiliki ambisi besar dan desakan mundur dari investor ini tampaknya akan menjadi ujian tersendiri bagi salah satu pemuda tersukses di abad ini.

Bagaimana nantinya nasib Facebook seandainya Mark Zuckerberg akan melepaskan salah satu jabatannya?

Mengenal Bandar Saham dan Dampaknya

Saat ini, pemerintah dan pihak terkait terus mengkampanyekan untuk masyarakat supaya memulai menabung saham. Sudah banyak pula penjelasan mengapa kita perlu mengetahui dan memulai untuk menabung saham ketimbang menabung uang secara konvensional.

Kemudahan yang terus diberikan baik dari perusahaan sekuritas seperti penyediaan layanan online hingga pembuatan akun yang bisa lebih cepat juga membuat masyarakat semakin berminat untuk memulai membeli saham.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk mulai menabung saham juga harus memiliki pengetahuan dasar atau umum mengenai dunia saham. Salah satu yang perlu diketahui oleh masyarakat yang ingin bergabung dalam investasi saham adalah mengetahui tentang apa itu bandar saham.

Apa itu bandar saham?

Bandar saham merupakan sekumpulan pelaku pasar yang memainkan atau memanipulasi harga saham. Tentu saja tindakan ini bukanlah sesuatu hal yang legal.

Perusahaan sekuritas yang telah diregulasi oleh pemerintah biasanya akan melakukan pengawasan yang ketat sehingga praktik bandar saham ini tidak mudah terjadi dan menjaga agar investor lain tidak tertipu dengan harga yang telah dimanipulasi.

Cara kerja bandar saham

Mungkin Anda yang baru dalam investasi saham akan bingung karena ternyata harga saham bisa dimanipulasi. Pasti Anda akan bertanya-tanya bagaimana bisa harga saham di manipulasi.

Bandar saham memiliki jumlah modal besar. Dengan modal besar tersebut, ia bisa membeli saham tertentu dan seperti yang sudah diketahui, jika banyak permintaan maka harganya pun akan naik.

Pemodal besar atau bandar saham tersebut akan menggunakan modalnya untuk menggoreng saham. Mereka akan membeli sejumlah besar saham tertentu untuk memancing investor membeli di harga tertentu. Ketika investor lain telah terperangkap oleh bandar saham, maka investor tersebut akan mendapatkan harga manipulatif.

Biasanya, aksi bandar saham bisa terdeteksi ketika terjadi pergerakan saham yang sangat signifikan.

Memang jika terjadi pergerakan signifikan bukan berarti menunjukkan adanya praktik dari bandar saham. Meskipun begitu, jika Anda masih sangat baru dalam dunia investasi saham – waspadai pergerakan saham yang sangat signifikan. Jangan berspekulasi dengan risiko yang begitu tinggi.

Pelajari ilmu-ilmu tentang investasi baik dalam hal teknikan maupun fundamental. Jika mampu mempelajari dengan baik 2 hal tersebut, maka Anda akan lebih siap untuk mulai trading atau investasi di saham. Salam sukses.

Jangan Sembarangan Pinjam Uang di Fintech

Salah satu kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi adalah kemudahan. Dengan mengadaptasi teknologi, kini berbagai hal bisa dilakukan lebih mudah dan lebih cepat.

Perkembangan teknologi ini juga memunculkan tren baru dalam dunia keuangan yang dikenal dengan istilah Finance Technology(Fintech).

Kehadiran Fintech sendiri memberikan warna baru serta pilihan menarik bagi konsumen yang ingin menggunakan layanan keuangan yang coba ditawarkan oleh berbagai perusahaan Fintech di Indonesia.

Dengan kemudahan ini, sayangnya tidak atau belum semuanya dibarengi dengan penerapan aturan yang diatur oleh OJK. Banyak perusahaan Fintech di Indonesia yang bermasalah karena belum mendapatkan legalitas dari OJK, sehingga membuat masyarakat diminta untuk hati-hati dalam menggunakan berbagai layanan Fintech yang ada.

Salah satu layanan Fintech yang banyak digandrungi adalah seperti pinjaman online. Layanan untuk meminjam uang secara online saat ini menjadi salah satu tren perusahaan Fintech karena banyaknya peminat untuk bidang ini. Sayangnya, tak sedikit cerita yang tak mengenakan oleh pengguna layanan Fintech peminjaman uang tersebut.

Jangan Sembarangan Pinjam Uang di Fintech

Sudah banyak cerita tentang bagaimana pengguna yang menggunakan layanan pinjaman online melalui Fintech mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakan. Tidak sedikit pengguna yang bahkan harus kehilangan pekerjaannya karena utusan Fintech melakukan teror bukan hanya melalui telp, SMS tetapi mendatangi langsung teman, kerabat, atasan hingga keluarga pengguna.

Perlu diketahui, bahwa sebenarnya OJK sudah mengeluarkan peringatan bagi perusahaan Fintech untuk mengurus regulasi sehingga bisa beropasi sesuai dengan peraturan yanga da. Sayangnya, dari banyak Fintech di Indonesia, masih sedikit yang sudah mendapatkan legalitas resmi dari OJK.

Masyarakat sendiri disini berperan sangat besar untuk mewaspadai berbagai praktik dari Fintech tak berizin.

Bagaimana pun, Fintech tidak akan bisa berjalan jika masyarakat tidak menggunakan jasa mereka. Masyarakat harus berpikir ulang jika ingin melakukan peminjaman secara online. Beberapa Fintech bahkan menerapkan bunga yang sangat besar yang pastinya akan sangat merugikan pengguna.

Jika pun ingin meminjam uang secara online pada Fintech, pastikan bahwa Fintech yang dipilih telah mendapatkan legalitas. Dengan begitu, Anda bukan hanya mendapatkan kemudahan, tetapi juga akan mendapatkan perlindungan sebagai konsumen. Jangan hanya karena mengejar kemudahan tetapi akan berdampak buruk kedepannya.

Alasan Bitcoin Tidak Bagus Untuk Investasi

Fenomena Bitcoin memang membuat gempar dunia karena nilainya yang pernah menembus 300 juta untuk 1 Bitcoin saja. Nilai ini naik sangat signifikan karena saat beberapa tahun lalu, Bitcoin hanya berharag sekitar 3 jutaan saja. Kenaikan hingga 100 kali lipat ini membuat banyak orang akhirnya mencoba peruntungan dengan berinvestasi di Bitcoin dan mata uang digital lainnya, sayangnya – setelah kenaikan yang sangat jauh tersebut, Bitcoin terus mengalami tren negatif hingga saat ini.

Meskipun mengalami penurunan yang signifikan, nilai 1 Bitcoin sendiri saat ini masih terbilang cukup tinggi. Setidaknya harga Bitcoin masih menjangkau 90 jutaan untuk 1 Bitcoinnya saja.

Bitcoin bisa dikatakan sebagai pionir untuk mata uang digital sehingga saat ini muncul banyak sekali jenis alt koin(sebutan koin digital selain Bitcoin) di market baik dalam maupun luar negeri.

Fenomena kemunculan berbagai koin digital ini bukan hanya terjadi di luar negeri, di Indonesia – sudah ada beberapa developer yang membuat mata uang digitalnya sendiri. Memang, Bitcoin masih menjadi mata uang digital paling utama dan masih sangat banyak dilirik oleh para investor.

Mengenai hal ini, kami bukan sedang ingin membahas tentang keuntungan investasi Bitcoin tetapi justru sebaliknya. Ya, kami akan memaparkan beberapa alasan sehingga Bitcoin bukan merupakan jenis investasi yang menguntungkan!

#1. Fluktuasi harga sangat ekstrem

Bitcoin menerapkan sistem peer-to-peer sehingga tidak ada sistem sentralisasi layakanya sebuah bank atau transaksional tradisional lainnya. Dengan hal ini, setiap orang yang memiliki Bitcoin bisa menawarkan harga-nya sendiri.

Dengan tidak adanya batasan dalam pembatasan harga, maka ini membuat pergejolakan pasar Bitcoin berlangsung sangat cepat. Flukutasi harga Bitcoin sangat ekstrem sehingga sangat berisiko dijadikan untuk berinvestasi.

#2. Dicekal OJK

Otoritas Jasa Keuangan(OJK) telah mengeluarkan statemen tentang status Bitcoin dan menghimbau masyarakat untuk tidak bertransaksi menggunakan Bitcoin atau koin digital lain.

Pencekalan Bitcoin ini sendiri karena belum adanya regulasi sehingga pemilik bisa terkena sanksi jika menggunakan Bitcoin sebagai alat untuk bertransaksi.

#3. Legalitas di Indonesia belum ada

Untuk investasi, hal penting yang harus diketahui tentu masalah perlindungan sesuai dengan legalitas yang berlaku di Indonesia.

Jangan berharap mendapat perlindungan apa pun dari negara jika terjadi hal-hal yang merugikan saat berinvestasi di Bitcoin. Legalitas yang belum ada membuat Anda harus ekstra hati-hati sebelum memutuskan berinvestasi di Bitcoin.

#4. Rawan disalahgunakan

Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengatakan bahwa masyarakat yang ingin berinvestasi di Bitcoin harus berhati-hati, karena jenis investasi ini masih belum diatur oleh negara sehingga banyak hal yang bisa terjadi termasuk rawan penyalahgunaan.

Dari setiap resiko ini, Bitcoin dkk memang masih diminati oleh banyak masyarakat Indonesia maupun dunia – tetapi, kembali lagi kepada Anda yang ingin bervinestasi. Sudah siapkah dengan resiko yang ada?

Tentang Analisis Fundamental Bitcoin

Jika Anda mengikuti perkembangan teknologi, hampir dipastikan Anda pernah mendengar tentang Bitcoin meskipun hanya numpang lewat. Bitcoin memang menjadi pembicaraan dunia karena nilainya yang sempat menyentuh 300 juta rupiah untuk 1 Bitcoin saja.

Meskipun saat ini nilai Bitcoin tengah turun dan dibeberapa negara tidak mendapat legalitas, tetapi Bitcoin tetap ada dan diprediksi akan terus eksis dimasa yang akan datang. Berbagai keunggulan Bitcoin diklaim bisa menjadikan koin ini serta koin digital lainnya bisa menggantikan peran mata uang konvensional seperti saat ini.

Memang terlalu jauh jika berbicara tentang bagaimana Bitcoin bisa menggantikan peran mata uang yang sesungguhnya, tetapi bagi Anda yang saat ini merasa tertarik untuk  berinvestasi di Bitcoin – satu hal yang perlu Anda pelajari adalah tentang analisis fundamental.

Sama seperti saham atau trading lainnya, analisis sangat diperlukan dan selain analisis teknikal – analisis yang tidak kalah penting adalah analisis fundamental.

Sederhananya, analisis fundamental merupakan faktor yang bisa mempengaruhi naik/turun Bitcoin karena kebijakan secara luas suatu negara. Beberapa faktor analisis fundamental yang perlu Anda ketahui seperti :

#Kebijakan pemerintah

Kebijakan suatu negara atau pemerintahannya memang sangat berpengaruh besar terhadap naik/turunnya Bitcoin. Sempat mengalami kenaikan yang amat tinggi, Bitcoin mengalami penurunan drastis akibat kebijakan pemerintahan China yang melarang transaksi Bitcoin.

China sendiri sebelumnya merupakan salah satu pasar terbesar untuk Bitcoin. Pelarangan Bitcoin di negara tersebut menyebabkan terjadinya stabilitas kepercayaan yang menurunkan nilai dari Bitcoin.

#Krisis ekonomi

Nilai mata uang suatu negara bisa mengalami inflasi, dan ini pula yang terjadi di Cyprus. Permasalahan ekonomi di negara tersebut memicu inflasi yang besar sehingga banyak masyarakat negara tersebut yang memilih membeli Bitcoin guna menyelamatkan uang yang masih bernilai lebih tinggi.

Dengan adanya masalah permintaan(demand) yang sangat tinggi, ini mendorong harga Bitcoin mengalami peningkatkan.

#Faktor sosial dan budaya

Faktor yang dimaksud adalah banyaknya kebutuhan akan uang rill ketika saat momen penting seperti peringatan Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru atau lainnya.

Dengan demand tinggi terhadap mata uang biasa, membuat banyak orang yang menjaul aset Bitcoin dan menyebabkan penurunan harga jika dilakukan secar masal.

Ada banyak faktor fundamental lain yang perlu Anda ketahui. Jika Anda tertarik untuk mulai berinvestasi di Bitcoin, pelajari banyak hal sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan, bukan sebaliknya.